Pages

JABAL MAGNET

Selama berada di Madinah Jamaah wisata religi ke beberapa tempat yang sudah ditentukan.

SAAT DI MINA DAN AKAN MENINGGALKAN ARAFAH

Selama di tanah Suci Mekkah dan Madinah keluarga Besar KBIH Wadi Fatimah benar-benar merasa layaknya sebuah keluarga, saling membantu, saling memperhatikan .

KBIH WADI FATIMAH MEMBERIKAN BIMBINGAN HINGGA DI TANAH SUCI

Kesabaran para pembimbing benar-benar dirasakan oleh para jamaah,pembimbing sampai rela menggendong jamaah setelah mencium hajar aswad.

SELALU BERSABAR

Kesabaran benar-benar merupakan kata kunci dalam pelaksanaan ibadah haji, antri,antri akan selalu menjadi bagian dari perjalanan Haji .

MAKAN BERJAMAAH ANTARA KARU DAN KAROM

KBIH Wadi Fatimah senantiasa mengedepankan kebersaman karena itu salah satu agenda kegiatannya adalah jamuan makan oleh saudara muslim di Arab saudi kepada Karu dan Karom KBIH WF yang didahului dengan tahlil terlebih dahulu.

Tampilkan postingan dengan label ADAT ISTIADAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADAT ISTIADAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 September 2010

JANGAN MEMUNGUT UANG SEMBARANGAN

»
Jakarta (MCH)–Jemaah haji disarankan tidak memungut uang yang jatuh di sekitar Masjidil Haram di Mekah atau Masjid Nabawi di Madinah Almukaramah. Sebab, di lokasi masjid selalu dipasang CCTV.


“Tahun lalu, ada petugas haji yang memungut uang orang yang jatuh. Karena terlihat di CCTV, petugas tersebut dikira mau mengambil uang tersebut. Akibatnya, petugas tersebut harus dipenjara,” kata Direktur Pembinaan Haji Departemen Agama H. Ahmad Kartono saat memberikan pembekalan bagi 297 petugas haji yang akan bertugas di Madinah dan Jeddah, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (18/10) malam.
a polisi Arab Saudi. Tapi sebelum uang tersebut diserahkan, polisi keburu menangkapnya. Dan bukti CCTV menunjukkan bahwa dia memungut uang tersebut.
“Oleh karena itu, kalau menemukan uang di sekitar masjid, biarkan saja. Nanti kita bisa dituduh mencuri uang itu,” kata Kartono.




Senin, 27 September 2010

MENGENAL ADAT ISTIADAT ORANG ARAB


MENGENAL ADAT ISTIADAT ORANG ARAB
Oleh: K.H. Mahfudz Hudlori, S.Pd.I
Pada penataran Ketua regu Dan Ketua Rombongan di asrama haji watu belah kabupaten Cirebon, 27 September 2010

Pengertian Adat Adat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti, a. Aturan b. Kebiasaan c. Tata kelakuan yang kekal dan turun menurun dari generasi ke generasi sebagai warisan. Adat secara bahasa bisa juga berarti sesuatu yang dikerjakan atau diucapkan berulang-ulang, sehingga menjadi kebiasaan yang berlaku di suatu masyarakat. Bila kata “adat” dipadukan dengan kata “Orang Arab” maka berarti, Aturan, kebiasaan, tata kelakuan turun menurun di kalangan masyarakat Arab.



2. Contoh-contoh
a. Di Bidang Bahasa
Suara keras seperti orang yang sedang marah
Kata-kata yang lumrah dipakai oleh masyarakat seperti kata : haram, yallah, wallahi, mafi musykilah
Tahtal qubri, alat thul, yamin, yasar, dsb.

b. Di bidang tingkah laku
Seorang wanita memberi senyum kepada seorang laki-laki Arab menandakan bahwa perempuan itu mau, suka, cinta.
Bersendawa di sembarang tempat bagi orang Arab adalah sesuatu yang jorok, sedangkan membuang angin (kentut) adalah sesuatu yang baik dan perlu diucapkan syukur.
Laki-laki Arab umumnya berjenggot tebal, merasa senang bila jenggotnya dielus-elus oleh orang lain.
Menyentuh pantat adalah tabu.

3. Upaya Aman
a. Di bandara
Biasakan antri
Tidak membawa barang-barang yang dilarang
Biasakan ucapan salam terhadap petugas
b. Di pondokan
Diingat nomor kamar dan lantai
Naik turun lift
Laporkan bila ada petugas pondokan yang bertindak merugikan

c. Saat belanja
Jauh dari waktu sholat
Hati-hati dari peminta-minta yang terus menempel (nguntit)
d. Saat berangkat dan pulang
Dianjurkan berkelompok, terutama pada hari-hari awal
e. Saat naik kendaraan/taxi
Laki-laki naik duluan
Perempuan turun duluan
Hindari naik taxi perempuan saja

f. Di Armina
Taat komando
Utamakan keselamatan
Membuthkan solidnya rombongan
Ketua regu/rombongannya menguasai peta dan tanda-tanda lokasi/areal
g. Di Masjid al Haram
Saat shalat jamaah laki-laki di depan dan perempuan di belakang
Perhatikan arah masuk dari pintu mana?
Alas kaki/sandal dibawa dengan kantong

h. Di Masjid Nabawi
Laki-laki dan perempaun tempatnya terpisah
Hari Senin dan Kamis suka ada shodaqoh ta’jil
Karu/karom menginfokan waktu-waktu masuk raudloh
4. Pungutan/Bahsis
Supir, kuli-kuli, petugas steril barang bawaan di bandara, dsb.
Tawaran jasa kursi roda, pengiriman barang/zam zam, dsb.
5. Para petugas ketertiban/Askar
Di lokasi jamarot
Di masjid dan sekitarnya
Di tempat-tempat penerimaan
Pertanyaan : mengapa wanita-wanita arab identik dengan berpakaian tertutup warna hitam, memakai cadar (menutup wajahnya sampai matanya saja yang terlihat) dan laki-laki berpakaian putih ?

Jawab : wanita-wanita arab memakai pakaian tertutup dan memakai cadar dikarenakan memang itu adalah ketentuannya dalam islam yang sebenarnya selain memang karena iklimnya. Wanita arab itu suka dengan pakaian warna hitam karena iklimnya yang panas dengan pakaian warna hitam bentuk tubuhnya tidak terlihat secara transparan serta para wanita arab itu jarang keluar dari rumahnya kecuali untuk hal-hal yang sangat penting, sedangkan laki-lakinya menggunakan pakaian warna putih karena mereka sering diluar rumah, karena warna putih dapat menyerap udara panas.

Pertanyaan : Apa kebiasaan orang laki-laki yang ada dalam pergaulan orang arab ?

Jawab : pertama orang Arab memiliki kebiasaan apabila menginginkan atau meminta sesuatu kepada orang lain, agar diberi yang diinginkan mereka merayu dengan cara mengusap-usap janggut orang yang dimintainya.

kedua orang Arab marah kalau dipegang atau ditepuk pantatnya dan tidak marah kalau dipegang kepalanya.

Ketiga orang Arab memiliki kebiasaan memuji dan mendo’akan yang baik terhadap saudaranya, misalnya mengucapkan “ahsanta”, “ahlanbik”, “Barokallaohubik”, “Masya Allah” dan lain-lain.